Akhir Sebuah Pengembaraan
Syair cinta tertulis indah pada dinding hati,
tertulis dengan tinta kesetiaan,
berjanji akan selalu memberikan kebahagiaan
menjaga keutuhan istana yang telah dibina
dengan pondasi cinta dan kasih sayang
dari sebuah ikatan asmara
Kelana itu telah menemukan tempat terakhirnya,
membina hidup bersama dengan gadis pilihannya,
hidup kini terasa sempurna.
Kehidupan telah digariskan,
berawal dari zaman azali.
hingga berpindah alam dunia
cinta tumbuh di setiap hati anak manusia,
namun dia tak akan pernah mati
Cinta mengajarkan arti sebuah pengorbanan,
bukan sebuah keterpaksaan,
karena cinta tak ingin dipaksakan.
Begitu juga cintaku padamu,
bukan sebuah kepura - puraan,
bukan juga sebuah keterpaksaan,
Aku mencintaimu bagaikan cintanya api pada kayu
yang tak sempat diucapkan,
Cintaku tumbuh pada saat aku melihatmu pertama kalinya.
Dulu sebelum aku mengenalmu
Aku bagaikan daun - daun kering yang berguguran
Berserakan ditiup angin
Kini namamu telah ku ukir dengan tinta kesetiaan,
disetiap pilar - pilar istana hatiku,
hingga aku menutup mata,
akan kubawa cintaku padamu.
Namamu senantiasa ku ucapkan di setiap bait - bait doaku,
Disetiap detak jantung dan hembusan nafasku
Namamu terucap dengan sempurna.
Pengembara itu telah berhenti berjalan,
disaat sumpah setia terucap,
bukan berasal dari lidah,
karena lidah mampu memutar balikkan kata
namun berasal dari hati yang paling dalam.
Karya. Rizal Kelana
Makassar. 16 desember 2022
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Hidup adalah perjalanan menuju kematian. Dimana kematian pasti akan datang pada setiap makhluk yang bernyawa diatas bumi ini. Karena begitul...
-
Syair cinta tertulis indah pada dinding hati, tertulis dengan tinta kesetiaan, berjanji akan selalu memberikan kebahagiaan menjaga keutuha...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar