KUSULAM KISAH BARU

Pelangi-pelangi itu nampak terlihat begitu indah, menguning di atas genangan air yang mulai menjingga.. aku masih saja menunggumu dalam kesepian dan di setiap nafas yang terhembus sempurna. aku masih saja melihat pelangi itu terus menjingga walaupun telah berubah warnanya saat kau tiada aku membuta bersamanya, seolah tertutup oleh masa lalu yang kelam mendekam, menghujam nurani ini,
Bergejolak ingin menggapai bayangan semumu. Jalanan ini masih terlalu sunyi untuk ku lalui tanpamu, kesendirian itu menyembur penuh dengan seribu balutan kalut terbungkus rapi penuh dengan akal- akal yang sunyi membalut. Andai saja tangan ini masih tetap berada di tempatnya berpegang pada hati, dan engkau berada disampingku untuk selalu menggenggamnya. Apakah ini salah????? Dalam lamunan yang kurasakan begitu mampu menoreh pahitnya goresan luka karena cinta, aku tak dapat menyalahkan dirimu, yang hadir lalu pergi bersama sepotong hati milikku. dan perlahan matahari mulai menenggelamkan kalam di tengah lautan. hingga aku tak dapat melihat pelangi itu kembali. matahari telah membawamu pergi jauh dari sisiku bahkan jauh dan sangat jauh untuk dapat tahu keberadaanmu, aku pun hanya terpaku, sendiri, berharap. Dia yang lain akan membawakan pelangi yang baru untukku. bersama terbitnya matahari, kan kusulam kisah dalam lembar putih nan baru. bukan di hatimu, bukan dalam hidupmu, tapi untuknya yang mencintaiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar